Menulis apa yang ku jalani, dan menjalani apa yang ku tulis

  1.  

    Masa Lalu

    Masa lalu selalu memiliki momen untuk mengingatkanku pada masa-masa yang sudah jauh tertinggal di belakang, semua kenangan muncul kalau ingat dia. Rasanya hampa. Tersadar kalau ternyata itu sudah lama berlalu dan kita gak punya kekuatan untuk kembali ke masa itu dan merubahnya.

    Bingung juga, karena pasti ada sisa rasa yang tertinggal. Tapi kita juga harus belajar untuk merelakan. Aku akan memilih tersenyum dan bergerak maju tanpa sesal. Karena selalu ada yang bisa dipelajari dari masa lalu.

    - kunamaibintangitunamamu

  2.  

    Dan hari ini pun, aku masih beterimakasih pada Tuhan karena aku masih jatuh cinta dengan dalam kepadamu. Hari ini pun, aku masih menyebut namamu dalam doa-doaku. Kini aku paham, doa pada Tuhan tak kenal ruang dan waktu. Dan aku akan terus menyebut namamu dalam sembahyang pagi dan petangku, hingga asa ini membeku. Meski aku sangsi, jika asa ini membeku, bagaimana dengan hidupku?

    - danketika

  3.  

    Perjalanan Hidup Kita Sendiri →

    Lakukanlah perjalan hidup kita sendiri. Kita tidak harus menunggu orang lain untuk melakukan perjalanan. Tidak harus melakukan bersama-sama. Kita bertanggungjawab atas hidup kita sendiri.

    Kita hendak melangkah atau berhenti. Hendak terhenti lama pada satu tempat, hendak berlari kencang kita lah…

    Source: kurniawangunadi

  4.  

    tedbudiyansyah:

    likalulu:

    tsamthepoet:

    The world stands with Palestine.

    The world stands with Palestine.

    Stand with Palestine.

    (via zikrinas)

    Source: tsamthepoet

  5.  

    Full image link →

    (via kurniawangunadi)

    Source: leilockheart

  6.   rifkihidayat:

Mudahkan urusan orang lain maka Allah akan mudahkan urusanmu :) with Taufik and lika – View on Path.

    Full image link →

    rifkihidayat:

    Mudahkan urusan orang lain maka Allah akan mudahkan urusanmu :) with Taufik and lika – View on Path.

    (via luthfitriana)

    Source: rifkihidayat

  7.  
    Menulis sajak adalah caraku meninggalkan jejak; agar kau tau bagaimana cara menemukanku kelak.
    – Sajak Nakal
  8.  

    Merindukanmu

    Aku tau kita bukanlah orang yang sama lagi. Aku dengan kehidupan baruku, begitu juga kamu. Sejak kamu memintaku melupakanmu, aku bingung harus berbuat apa. Aku takut lama kelamaan aku akan melupakanmu. Perlahan-lahan lupa bentuk wajahmu, suaramu, tawamu, dan senyummu. Bagaimana jika aku benar-benar akan melupakanmu?

    Tapi sekarang aku sangat merindukanmu, rasanya sangat menyakitkan. Apakah kamu juga pernah memikirkanku? Tidak ya? Tidak apa-apa. Aku akan baik-baik saja.

    - Cindy (kunamaibintangitunamamu)

  9.  

    A Wish →

    danketika:

    Seandainya diberikan satu kesempatan untuk meminta sesuatu yang pasti akan dikabulkan oleh Tuhan, kamu akan meminta apa?

    Rumah besar dan kekayaan tak lekang usia? Kesuksesan karir dan bisnis? Kesehatan sepanjang waktu? Kebahagiaan yang tak pernah berakhir? Dipertemukan dengan seseorang yang…

    Source: danketika

  10.  

    Hujan Kala Itu

    Selamat sore nona. Hari ini hujan tampaknya lebih besar dari biasanya. Membawa beberapa kenangan yg sebenarnya tak pernah ingin aku buka lagi untuk muncul kembali kepermukaan.

    Nona,
    Apa kamu ingat ketika Hujan kala itu? Ketika kita duduk bersama berdua dalam satu bangku yg sama? Saling terdiam dan saling menyimpan rasa?

    Nona,
    Aku bukanlah pria yg sempurna, aku adalah pria yg terjebak masa lalu. Selalu tak tau kemana arahnya melangkah, dan selalu jatuh kepada tempat yg sama. Tapi apa kamu tau nona? Tampaknya kamu hadir tepat ketika aku benar-benar membutuhkan tempat berlabuh. Kamu papah aku, kamu semangati aku, kamu memberikan aku sebuah harapan baru.

    Nona,
    Mungkin masa lalu kita bukanlah sesuatu yg nyaman untuk kita ceritakan kelak. Namun apa kamu tau? Itulah yg sejatinya telah mempertemukan kita berdua seperti ini.

    Nona,
    Dulu, aku pernah berharap akan datang seseorang yg mampu memapahku untuk kembali berjalan. Dan ia yg sanggup menunjukan bahwa ada bunga yg mampu untuk berkembang walau tertutup salju sekalipun.

    Dulu, aku pernah berharap akan datang seseorang yg mampu membantuku menyusun kembali setiap pecahan hati yg telah hilang dibawa pergi. Seseorang yg akan menghabiskan waktu-waktu berharganya bersamaku.

    Dan akhirnya kamu datang.

    Nona,
    Satu-satunya hal terberat ketika kita menjadi hujan adalah kita tak sanggup untuk menikmati hujan. Hari ini aku mendatangimu sebagai hujan. Biarlah aku tak bisa menikmati hujanku. Selama kamu menikmatinya, aku mau menjadi hujanmu.

    Hujan kala itu.
    Melanjutkan sebuah puisi yg belum padu, Menjadi sebuah puisi-puisi bernada baru. Menceritakan tenang kamu, aku, dan kelamnya masa lalu.

    Hujan Kala itu.
    Membuatku mengerti dan berani untuk mencintaimu. Satu-satunya hal yg tak pernah mampu aku lakukan dari dulu.

    Kamu. Hujanku.

  11.  
    Hanya karena dia pernah ada dalam cerita perjalananku, bukan berarti dia akan singgah di pelaminanku. Namun kamu yang singgah di pelaminanku, pastilah yang akan menemani dalam sisa liku jalanku.
    – sang-pejalan-kaki
  12.  
    Kamu tahu apa alasanku selalu bersajak untukmu? Karena Tulisanku adalah satu-satunya media ketika tanganku tak sanggup lagi memelukmu …
    – Mbeeer - Aku, Kamu dan Sajak-sajak Patahku
  13.  

    FreeDay: Tipe-Tipe Kangen di Bulan Ramadhan →

    mbeeer:

    image
    *Duh gusti, nunggu beduk kok lama amat ya..*

    .

    .

    Assalamualikum ya ukhti.
    Gimana shaum hari ini? Sudah berapa kali meneguk ludah sendiri setelah selesai wudhu siang tadi? Syukron.. Syukron..

    Bhahahak, gue emang gak berbakat buat ngomong kaya ustadz begono. Tapi kalian jangan salah,…

    Source: mbeeer

  14.  
    Bahagia itu dimulai dari kepala sendiri. Mengkhayalkan temu misalnya …
    – Jingga kala Senja
  15.  
    Barangkali, kenapa edelweiss demikian menarik adalah karena kita tak mampu memiliki. Pun ketika sudah berpayah-payah mendaki.
    – Jingga kala Senja